google-site-verification=jFuJOFEMpqSKR1cfV-iE7uRD-f8qhzBHtn1jqI9-S2A

Kemulian al-Qur’an tidak hanya terhenti pada pembaca dan penghafalnya saja, akan tetapi Allah subhanahu wa ta’ala telah memuliakan al-Qur’an dari segala sisi yang memiliki kerterkaitan dengannya, dan menjadikan segala sesuatu yang berkaitan dengan al-Qur’an lebih unggul dari selainnya.

Lihatlah bulan dimana Allah menurunkan al-Qur’an di dalamnya, maka akan didapati bahwa bulan itu lebih mulia dari bulan lainnya. Lihatlah tempat dimana al-Qur’an diturunkan, maka akan didapati bahwa tempat itu lebih mulia dari selainnya. Lihatlah orang dimana al-Qur’an diturunkan kepadanya, maka akan didapati bahwa orang tersebut lebih mulia dari manusia lainnya. Lihatlah lembaran kertas yang dituliskan al-Qur’an padanya, maka akan dijumpai pula bahwa kertas tersebut  memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh kertas lainnya.

Tidak hanya itu, bahkan kegiatan belajar dan mengajarkan al-Qur’an adalah salah satu amalan yang paling mulia dan sangat dianjurkan oleh Syari’at, hingga menjadikan siapa saja yang terlibat di dalamnya menjadi sebaik-baik manusia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang  mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

Karena kegiatan belajar dan mengajar al-Qur’an merupakan amalan yang sangat mulia dan sangat dianjurkan, begitu juga dengan menyediakan sarana dan prasarana untuk para pengafal al-Qur’an pun sangat dianjurkan dan bernilai keutaman yang sangat banyak.

Maka diantara keutamaan tersebut adalah :

  1. Memberikan fasilitas bagi para penghafal al-Qur’an adalah amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya

Selama sarana yang disumbangkan masih ada, dan masih dimanfaatkan oleh para penghafal al-Qur’an, maka pahalanya akan terus mengalir bagi orang-orang yang menyediakannya  walaupun mereka telah meninggal dunia.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

إذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)

Dalam hadits yang lain juga disebutkan  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

“Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah: (1) Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, (2) Anak shalih yang ia tinggalkan. (3) Mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan, (4) Masjid yang ia bangun, (5) Rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun, (6) Sungai yang ia alirkan, (7) Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup. (HR. Ibnu Majah)

 

  1. Penyedia sarana bagi para penghafal al-Qur’an akan mendapatkan pahala dari setiap huruf al-Qur’an yang mereka baca

Bayangkan berapa banyak penghafal al-Qur’an yang terbantu dengan sarana yang disumbangkan, dan bayangkan berapa banyak huruf yang mereka baca disana, maka sebanyak itulah pahala yang akan didapatkan oleh orang-orang yang menyediakan sarana bagi para penghafal Al-Qur’an.

Hal ini berdasarkan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alai wasallam,

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

Barangsiapa yang membantu perlengkapan orang yang berjihad di jalan Allah maka sungguh dia juga telah ikut berjihad, dan barangsiapa yang membantu keluarga seorang yang berjihad di jalan Allah dengan suatu kebaikan maka dia juga telah ikut berjihad.”  (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sebagaima orang yang membantu menyediakan perlengkapan bagi para mujahidin mendapatkan pahala jihad seperti mereka, maka begitu juga dengan orang-orang yang menyediakan perlengkapan bagi para penghafal al-Qur’an pun akan mendapatkan pahala  yang sama seperti yang didapati oleh penghafal al-Qur’an yang terbantu dengan sarana yang mereka sumbangkan.

 

oleh: Ustaz Mahfuz Al-Ayyubi


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *